TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi membuka layanan call
center dan SMS center. Layanan yang bisa dihubungi di nomor 1500040
tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai informasi dari masyarakat di
desa, daerah tertinggal dan daerah transmigrasi.
"Cara ini merupakan bagian dari penyerapan aspirasi yang strategis bagi keberlangsung program-program kerakyatannya," ujar Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar dalam pernyataannya, Kamis(8/1/2014).
Marwan mengatakan sebelum call center dan SMS center diberlakukan oleh kementeriannya, pesan pendek yang diterimanya mencapai ratusan yang diterima setiap hari.
"Keluhannya beragam, dari minta yang diperhatikan pendidikan, sarana prasarana desa, minta diberdayakan, ketidakpuasan dengan perhatian negara pada kementerian sebelumnya," ujarnya.
Pada era sebelumnya, Marwan mengatakan, masyarakat desa tidak terlalu dianggap penting, karena hanya dijadikan sebagai objek yang diberdayakan secara lokal. Padahal potensi besar desa, juga harus dibuka ruang untuk mengekplorasi kemampuannya.
"Desa harus diberdayakan secara nasional dan multinasional sebagai sarana untuk mengembangkan dan peningkatan ekonomi," ujarnya.
Politisi PKB ini menjelaskan desa di Indonesia begitu banyak jumlahnya dengan perkiraan mencapai 74 ribu desa. Dengan teknologi komunikasi modern ini, pemerintah bisa mengetahui apa saja kebutuhan rakyatnya
"Saya memastikan, akan banyak masyarakat di perdesaan dan juga daerah terpencil yang memanfaatkan sarana call center dan sms center ini untuk menyampaikan keluhan. Juga keinginan rakyat agar diperhatikan oleh negara," ujar Marwan.
Menurut Marwan, aspirasi rakyat harus didengarkan oleh negara. Keluhan masyarakat di desa, di perbatasan dan pelosok , harus diperhatikan oleh bangsa. Karena, kata Menteri Marwan, mereka ada barometer menjadikan Indonesia bermartabat.
"Mereka juga merupakan kunci ketahanan ekonomi bangsa. Tidak sekedar diberdayakan, tapi harus juga diperhatikan," ujarnya.
"Cara ini merupakan bagian dari penyerapan aspirasi yang strategis bagi keberlangsung program-program kerakyatannya," ujar Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar dalam pernyataannya, Kamis(8/1/2014).
Marwan mengatakan sebelum call center dan SMS center diberlakukan oleh kementeriannya, pesan pendek yang diterimanya mencapai ratusan yang diterima setiap hari.
"Keluhannya beragam, dari minta yang diperhatikan pendidikan, sarana prasarana desa, minta diberdayakan, ketidakpuasan dengan perhatian negara pada kementerian sebelumnya," ujarnya.
Pada era sebelumnya, Marwan mengatakan, masyarakat desa tidak terlalu dianggap penting, karena hanya dijadikan sebagai objek yang diberdayakan secara lokal. Padahal potensi besar desa, juga harus dibuka ruang untuk mengekplorasi kemampuannya.
"Desa harus diberdayakan secara nasional dan multinasional sebagai sarana untuk mengembangkan dan peningkatan ekonomi," ujarnya.
Politisi PKB ini menjelaskan desa di Indonesia begitu banyak jumlahnya dengan perkiraan mencapai 74 ribu desa. Dengan teknologi komunikasi modern ini, pemerintah bisa mengetahui apa saja kebutuhan rakyatnya
"Saya memastikan, akan banyak masyarakat di perdesaan dan juga daerah terpencil yang memanfaatkan sarana call center dan sms center ini untuk menyampaikan keluhan. Juga keinginan rakyat agar diperhatikan oleh negara," ujar Marwan.
Menurut Marwan, aspirasi rakyat harus didengarkan oleh negara. Keluhan masyarakat di desa, di perbatasan dan pelosok , harus diperhatikan oleh bangsa. Karena, kata Menteri Marwan, mereka ada barometer menjadikan Indonesia bermartabat.
"Mereka juga merupakan kunci ketahanan ekonomi bangsa. Tidak sekedar diberdayakan, tapi harus juga diperhatikan," ujarnya.

0 komentar:
Posting Komentar