Ilustrasi kawasan industri. (sumber: GA Photo/ M Defrizal)
Ketua DPC Apdesi Kabupaten Bekasi periode 2013-2015, Komarudin Ambarawa, mengatakan kepengurusan periode ini berkomitmen menjaga iklim inverstasi di kawasan industri Kabupaten Bekasi.
"Apdesi merupakan perkumpulan kepala desa yang bersinergi untuk menjaga stabilitas keamanan agar tidak mudah diprovokasi oleh siapapun. Kepala desa dapat bersatu bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan menjaga wilayahnya tetap kondusif sehingga iklim investasi tetap terjaga," ujar Ambarawa saat pelantikan kepengurusan Apdesi Periode 2013-2018, Kamis (4/7).
Di Kabupaten Bekasi, tercatat ada 182 kepala desa serta 5 kelurahan serta 23 kecamatan. Selain, melantik kepengurusan Apdesi, juga dilakukan deklarasi penguatan kinerja DPC Apdesi Kabupaten Bekasi 2023-2018. Acara kali ini bertajuk "Membangun Kearifan Lokal Masyarakat Kabupaten Bekasi dengan Memperkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat Desa."
Kapolresta Bekasi, Kombes Pol Isnaeni Ujiarto, mengatakan aparat kepolisian merasa terbantu dengan adanya Apdesi di Kabupaten Bekasi, khususnya dalam menciptakan suasana kondusif.
"Keberadaan kawasan industri dapat menciptakan kesempatan usaha ekonomi baru seperti kantin, tukang ojek di sekitar kawasan industri sehingga kondisi kondusif mesti terjaga agar para investor merasa nyaman berinvestasi di Bekasi," imbuh Isnaeni.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasanah Yasin, yang menyatakan keprihatinananya terhadap warga.
"Kabupaten Bekasi masih membutuhkan Puskesmas, kantor desa yang layak, jalan yang bagus, semua itu dapat dipenuhi melalui CSR (corporate social responsibility) para pengusaha di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan Perda, CSR diberikan sekitar 2,5 persen dari keuntungan perusahaan," ujar Neneng Hasanah.
Penulis: MKL 2/WBP
0 komentar:
Posting Komentar